denieksukarya.com

Sebagai orang Bali asli, Deniek tumbuh di tengah budaya Bali yang dinamis. Tidak seperti orang Bali pada umumnya, dia memilih fotografi sebagai medium untuk mengekspresi citra artistiknya. Sekarang, fotografi telah memberikan dia kepuasan yang maksimum, baik sebagai sebuah profesi maupun untuk pemenuhan kepuasan hidup.


Sebagai seorang pekerja seni yang ulet, Deniek telah menekuni fotografi selama lebih dari 40 tahun di bidang fotografi professional untuk periklanan, laporan tahunan, potret eksekutif, industri, potret model, dokumentari, foto wisata, pemandangan dan alam. Hasil karyanya telah dipublikasikan di berbagai buku, majalah, periklanan, materi promosi, poster dan kalender.


Untuk stok foto, dia menawarkan koleksi foto terbaik di Indonesia untuk foto wisata, pemandangan, alam dan foto seni, sebagian besar dalam film format 6x6 dan sekarang dalam format digital resolusi tinggi. Deniek juga menerbitkan koleksi fotografinya untuk INDONESIA COLLECTION series Engagement Diaries, poster dan kalendar sejak tahun 1988.


Tahun 1999, dia menerbitkan buku eksklusif “Deniek G. Sukarya - ENCHANTED MOMENTS” yang memajang 181 karya foto terbaiknya. Buku keduanya “Deniek G. Sukarya - ORANG BIASA (Ordinary People)”, November 2000 dalam format hitam putih, menangkap kehidupan sehari-hari yang sering disebut sebagai orang biasa yang didokumentasikan sejak 1974.


Buku ketiga “INDONESIA - HARMONY IN DIVERSITY”, Agustus 2006, adalah buku hard cover dengan 156 halaman yang diterbitkan dalam rangka merayakan hari ulang tahun ke-40 PT Kalbe Farma Tbk. yang menampilkan portofolio foto terbaik yang menggambarkan tentang Indonesia yang indah dan damai. Buku ini juga dipilih sebagai cenderamata Kepresidenan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk perjalanan luar negeri selama 2 periode.


Tahun 2007, Deniek menerbitkan dua buku khusus: “THE POETRY OF NATURE”, untuk memperingati hari ulang tahun ke-50 PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Buku cerita foto ini diciptakan untuk menginspirasi lahirnya kecintaan terhadap pohon dan pelestarian alam Indonesia. Foto hitam putih yang kuat dipadukan dengan puisi yang ditulis oleh berbagai kalangan, diantaranya oleh Presiden SBY, Menteri, direktur, sastrawan, artis, fotografer, penulis dan seorang anak perempuan 10 tahun membuat buku ini sangat spesial. Kemudian disusul dengan buku seri Harmony in Diversity: Indonesia - Our Fabulous Fauna, Our Maritime Heritage, Our Green Treasure, Our Enchanting Culture dan Landmarks of Indonesia.


Dalam periode dua bulan, mulai Oktober sampai minggu pertama Desember 2007, Deniek memproduksi sebuah buku hard cover setebal 156 halaman berwarna dalam dua bahasa, “INDONESIA MENANAM - A GIFT TO THE WORLD” sebagai cenderamata dari Menteri Kehutanan dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB di Nusa Dua, Bali, 3–14 Desember 2007. Buku ini dirancang untuk memberikan kontribusi dalam upaya untuk menjelaskan posisi pemerintah dalam menjaga dan melestarikan hutan untuk kepentingan rakyat Indonesia.


Deniek juga memberikan berbagai seminar fotografi sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya bagi perkembangan fotografi di Indonesia. Dia juga menulis beragam topik artikel untuk berbagai penerbitan mulai dari artikel wisata, budaya dan alam sampai tulisan tip dan teknik fotografi.


Sejak 1991, Deniek menerbitkan dan mengelola beberapa majalah: Visi, untuk operator Radio Panggil STARKO (90.000 eks sampai 1999), RODA (15 eks 1992– 2006), untuk PT Astra Honda Motor, distributor sepeda motor Honda di Indonesia; FOTO MODERN, majalah fotografi untuk distributor produk FujiFilm di Indonesia (1997–2003).


Tahun 2005, Deniek menyelenggarakan pameran foto NIKONIA yang diikuti oleh jurnalis foto dari 16 surat kabar dan majalah, dilanjutkan dengan penerbitan majalah foto NIKONIA, yang ditulis, dikelola dan diterbitkan oleh Deniek G. Sukarya.


Tahun 2009, Deniek menerbitkan buku best seller, Kiat Sukses Deniek G. Sukarya dalam Fotografi dan Stok Foto, diterbitkan dan didistribusikan oleh Elexmedia Nusantara.


Tahun 2011, dia menerbitkan The Wonders of Indonesia atas permintaan President Susilo Bambang Yudhoyono sebagai cendera mata resmi The Asean Summit di Nusa Dua, Bali.


In 2013, Deniek menerbitkan 1,216 halaman ensiklopedia tumbuhan, 3.500 Plant species of the Botanic Gardens of Indonesia, yang mendeskripsikan lebih dari 3,600 species tumbuhan dengan ilustrasi lebih dari 12,000 foto. Dia memotret lebih dari 6.800 spesimen tumbuhan (5.600 spesies) di 4 Kebun Raya LIPI: Bogor, Cibodas, Purwodadi dan EkaKarya Bali selama 22 bulan untuk penerbitkan buku ini. Pembiayaan buku ini dibantu oleh Ibu Negara, Almarhumah Hajah Ani Yudoyono, dan didukung oleh Presiden SBY.


Deniek juga menginisiasi, mengorganisir sponsorship dan memimpin penerbitan buku spesial untuk merayakan 2 Abad Kebun Raya Bogor, "Dua Abad Menyemai Kekayaan Hayati Bumi di Indonesia", membuat profil video dan membangun tugu prasasti 2 Abad Kebun Raya Bogor yang kini telah menjadi salah satu ikon yang paling popular di sana.


Sejak 2014, Deniek mulai memperhatian perkembangan seni budaya tradisional Jembrana, terutama Jegog, gamelan bambu khas Jembrana dengan membuka Sanggar Seni Sukarya di desanya. Sanggar Seni Sukarya mengumpulkan bakat terbaik dan memberikan pelatihan seni tabuh dan tari secara gratis. Sanggar Seni Sukarya telah menciptakan 7 tari dan tabuh baru, 6 oleh Deniek sendiri. Musik jegog kreasinya kini juga bisa didengarkan di Langit Musik, di album The Magic of Jegog. Sanggar Seni Sukarya telah diundang pentas di berbagai event bergengsi di Jembrana, Sanur, Ubud and Jakarta, termasuk di Arma Museum, Ubud, Bali, The Sultan Hotel Jakarta and Galeri Indonesia Kaya.

Cara Berbelanja (FAQ) :